KENAKALAN REMAJA

Perilaku yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat mencemaskan. Sebut saja kenakalan yang menjurus pada perilaku seksual yang kurang bertanggung jawab. Sungguh mengejutkan saat menonton sebuah acara di televisi yang mengulas tentang adanya ‘Pecun’ atau perek cuma-cuma dikalangan remaja. Dengan mudahnya para remaja putri mengobral tubuh mereke pada laki-laki yang mereka inginkan tanpa dibayar sepeserpun.

Menurut mereka, mereka bukan pelacur. Karena apa yang mereka lakukan adalah karena kesenangan semata, bukan tuntutan keuangan. Istilah ‘one night stand’ atau hubungan satu malam saja pun sudah biasa terdengar. Bertemu di klab-klab malam atau bahkan di pusat perbelanjaan. Berlanjut dengan acara jalan dan kencanpun berakhir di sebuah kamar hotel.

Seringkali yang menjadi sasaran para remaja putri ini adalah pria-pria dari kalangan anak pejabat, artis terkenal atau remaja pria lain yang tergolong populer. Gaya hidup dengan pergaulan seks yang tidak bertanggung jawab juga mereka lakukan pada pacar sendiri. Dan dianggap sebagai ungkapan rasa cinta bila mereka akhirnya bisa tidur bersama.

Bila melirik sebuah tayangan film remaja, cukup mencengakan perlaku mereka di masyarakat. Film yang mengulas cukup gamblang perilaku kenakalan remaja adalah fim Virgin. Dikisahkan bagaimana tidak berharganya sebuah nilai keperawanan masa kini. Begitu mudah si remaja putri menjual kegadisannya hanya di sebuah toilet mall dengan harga sepuluh juta rupiah!. Tragisnya, uang hasil menjual kegadisan itu, hanya digunakan untuk membeli barang-barang mewah guna menunjang penampilan biar keren, biar gaul.

Karena tuntutan gaya hidup, maka kebiasaan menjual diri pun dilakukan terus menerus. Maka para pelacur beliapun banyak berkeliaran di mall-mall dengan seragam sekolah mereka. Katanya harga bisa tinggi bila masih sekolah. Sasarannya adalah om-om senang berkantong tebal. Sudah bukan rahasia lagi bila saat ini perilaku seperti ini banyak terjadi di kota-kota besar. Bukan karena tuntutan ekonomi, tapi karena tuntutan gaya hidup yang berlebihan

Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya anga aborsi dikalangan remaja. Karena perilaku yang tidak bertanggung jawab, maka seringkali kehamilan terjadi diluar kehendak mereka. Maklum, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap sembrono, maka mereka cenderung tidak memakai pengaman. Sangat berbahaya mengingat hal ini menyangkut jiwa manusia dan kesehatan reproduksinya dimasa mendatang. Ketidak sadaran akan hal ini sungguh sangat mengkuatirkan.

Hal lain yang patut dikuatirkan adalah penggunaan obat terlarang yang marak beredar di pesta-pesta anak muda. Sudah biasa melihat teman-teman mereka mengkonsumsi sabu-sabu, mariyuana dan masih banyak lagi di depan mata mereka sendiri. Bahkan tidak gaul bila mereka tidak pernah mencoba sedikit rasa dari obat-obat ajaib itu.

Pernah di suatu klab, seorang teman sekolah tidak percaya ketika saya bilang saya tidak mengkonsumsi salah satu dari obat-obat kategori narkoba. Buat dia anak gaul berarti tahu rasanya, dan bukan anak gaul namanya kalau buta soal ini. Banyak dilihat kasus-kasus narkoba yang mengarah pada sifat suka mencuri atau bahkan merampok. Konsumsi narkoba memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Bila keuangan tidak mencukupi maka mereka harus mencari sumber-sumber keuangan lain yang sanggup memenuhi kebutuhan mereka. Bila meminta pada orang tua mungkin akan dicurigai, maka lebih aman bila langsung mencuri saja atau merampok orang lain. Yang penting orang tua dan keluarga tidak curiga. Dan dudah sangat umum diketahui publik bahwa saat ini, pesta selebritis selalu terkait dengan pesta narkoba, yang juga mengarah pada seks bebas dan konsumsi minuman-minuman beralkohol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s