CARA MENGHILANGKAN STRES

Mungkin anda telah membaca puluhan tulisan tentang bagaimana cara mengatasi stress di internet dan akhirnya kecewa karena yang anda temui adalah advice yang asal-asalan dan hanya didapat dari pengalaman pribadi. Fenomena ini disebut Chicken Soup Phenomena. Sebagai contoh saat seseorang stress karena mengalami musibah banjir dan ketika itu perasaannya merasa lebih nyaman ketika mendapat bantuan sup ayam maka ketika teman dan keluarganya mengalami stres maka ia selalu menyarankan semangkuk sup ayam. Namun pada kenyataannya tidak semua orang nyaman dengan sup ayam. Ada yang merasa lebih fit setelah minum teh hangat, ada yang merasa lebih gembira setelah bernyanyi bersama bahkan ada yang cepat pulih ketika dibiarkan sendiri. Stress dan dampak dari stress pada setiap orang berbeda-beda tentu tidak ada satu carapun yang bisa diterapkan pada setiap orang. Kini http://www.dokterai.com berusaha menyajikan artikel ini berdasarkan tinjauan berbasis akademik yang teruji. Ungkapan stress yang dimaksud oleh masyarakat luas sebenarnya adalah distress. Stress nyatanya adalah segala masalah, problematika dan kejadian yang kita alami sehingga membuat kita harus bereaksi, berubah dan berespon dengan perilaku. Sebagian besar stress justru membuat kita maju, bertambah baik dan sehat. Misalnya ujian membuat kita lebih pintar, setelah ada masalah rumah tangga kita menjadi lebih sayang dengan pasangan, ketika bertemu dengan orang yang setengah hidup cerewetnya kita menjadi lebih sabar. Namun ada suatu kondisi dimana kita tidak mampu merespon stress tersebut dan itulah yang dinamakan distress. Stres atau tekanan tidak bisa dihindari sama halnya dengan masalah, ia datang dan pergi. Yang bisa kita perbaiki adalah bagaimana stress yang datang tidak menjadi distress dan berakhir depresi. Dari buku Kaplan Saddock(2008) yang sering dikatakan sebagai biblenya psikiatri yang juga mengutip dari aliran freudism dikatakan ada 6 respon perilaku menghadapi stress yang baik (Mature Self Coping Mechanism):
1. Anticipation (Antisipasi)
Respon yang sehat mengatasi stress adalah dengan antisipasi. Misalnya ketika usaha kita ada tanda-tanda mulai surut maka kita mulai antisipasi mencari peluang usaha baru. Ketika istri di rumah sering kali marah bila kita telat pulang kantor maka saat ada sesuatu yang menghambat perjalan kita bisa mengabarinya lewat telpon. Selalu berpikir apa yang mungkin terjadi dan mengantisipasinya. Maka anda akan mengelak dari stress depresi.
2. Supresi
Respon ke dua adalah supresi yaitu secara sadar menunda konflik dan merencanakan penyelesaiannya kemudian. Terlihatnya kurang baik bila kita menghindari masalah namun disini yang dimaksud adalah secara sadar. Misalnya saat anda pulang kerja lembur begitupun pacar anda. Kita sama-sama lelah dan ketika menelpon hal yang kecilpun menjadi masalah. “lho kok ga nelpon-nelpon, sudah lupa pacar ya?” “kamu selingkuh?”. Hal ini yang kerap terjadi. Maka dengan supresi kita akan bicara ”bahwa kita sedang sama-sama lelah, sebaiknya kita istirahat dulu bila ada masalah kita bicarakan besok ketika sama-sama segar”. Segera istirahat dan lakukan sesuai rencana besok. Hasilnya pasti lebih baik.
3. Sublimasi
Sebagai contoh seorang klien saya Ayah dengan 3 putra yang berusia remaja. Ia selalu pingsan bahkan hingga bolak-balik rumah sakit 4 kali. Pemicunya selalu karena bertengkar dengan anak sulungnya yang peminum alkohol. Seberapa kerasnyapun ia marah, anaknya tetap mabuk-mabukan. Ia merasa telah melakukan semuanya yang bisa dilakukan. Dimarahi, dipukul, dipindahkan ke rumah pamannya, direhabilitasi konsultasi psikiater dan psikolog, dibawa ke dukun dan semua cara yang bisa anda bayangkan. Yang ada hanya seorang ayah yang pingsan dan seorang anak yang tetap mabuk. Ketika saya tanya klien ini tentang umur anak ke 2 dan ke 3 nya ia lupa. Kelas berapa juga lupa. Apa cita-cita anak tengah dan bungsunya malah tidak tahu. Akhirnya mulai sejak saat itu Ia mengalihkan pikiran, waktu dan tenaganya pada kedua anaknya yang baik dan mempunyai masa depan cerah. Dalam pikirannya ia boleh gagal sekali tapi ketika berhasil 2 kali maka itulah kebahagiaan. Ia boleh kehilangan 1 tapi jangan ketiganya. Sejak saat itu Ia tak pernah pingsan dan sakit-sakitan lagi.
4. Altruistic
Altruistic kurang lebih berarti tulus ikhlas melakukan hal untuk kebaikan orang lain. Mungkin anda akan berpikir bagaimana seorang sukarelawan mau dikirim ke daerah perang untuk menolong korbannya. Setiap hari ia tidak tidur, setiap saat melihat korban luka tembak yang mengerikan bahkan tidak jarang nyawanya yang ikut terancam. Bila anda salah satunya, maka agar tidak stress selalulah ingat bahwa anda ikhlas melakukan untuk kebaikan bersama. Maka tekanan itu akan hilang dengan sendirinya. Bahkan ada seorang klien depresi akibat perceraian yang pulih setelah membantu orang lain yang punya masalah perceraian lewat hotline yang dibuatnya.
5. Ascetism
Maksudnya adalah pasrah pada Yang Kuasa. Memahami bahwa kita bisa berusaha, mengantisipasi dan sebagainya namun sudah ada yang mengatur di atas. Seringkali ini dikembangkan melalui terapi spiritual, dzikir, konsultasi pendeta,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s